Nama: Firmansyah
NIM: 12001172
Kelas: 4F (PAI)
Laporan bacaan pertemuan pertama Assalamu'alaikum wr.wb
Hamdan wasyukron Lillah amma baad
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yg mana pada kesempatan kali saya masih diberi umur serta segala nikmat utk membuat tugas singkat yang tentunya ada manfaat nya untuk saya dan semuanya yaitu laporan bacaan yang berkaitan dengan Segala hal yang ada di Sekolah.
Baik langsung saja yang pertama saya akan melaporkan pemahaman saya pribadi tentang kultur sekolah.
Jadi secara garis besar nya itu pengertian dari kultural sekolah ini adalah situasi atau keadaan yang akan memberikan landasan dan arah untuk berlangsungnya suatu proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
kultur sekolah yang baik pula dapat memperbaiki kinerja sekolah, membangun komitmen warga sekolah serta membuat suasana kekeluargaan, kolaborasi, ketahanan belajar, semangat terus maju, dorongan bekerja keras, dan tidak mudah mengeluh.
banyak sekali anak yang memiliki bakat yang hebat atau bisa dibilang luar biasa, tapi karena kondisi sekolahnya tidak mendukung, anak dimaksud tidak tumbuh optimal, bakatnya terpendam, bahkan mati, ini juga bisa dibilang berdasarkan pengalaman saya dan saya juga merasakan hal yang sama sewaktu sekolah dulunya. Sebaliknya, anak yang kepintaran dan bakatnya sedang-sedang saja, tapi karena lingkungan sekolahnya bagus, anak tersebut tumbuh sebagai anak yang mandiri dan sukses.
Pembelajaran yang baik hanya dapat berlangsung pada sekolah yang memiliki kultur yang baik pula. Kultur sekolah yang sehat akan berdampak kesuksesan siswa dan guru dibandingkan dengan dampak bentuk perubahan pendidikan lainnya. Kultur sekolah yang sehat dan positif berkaitan erat dengan motivasi dan prestasi siswa serta produktivitas dan kepuasan guru.
Adapun salah satu contoh dari kultural sekolah yang baik ialah Menghargai prestasi siswanya, memiliki simbol-simbol yang menekankan penghargaan dan sangsi, sehingga mendorong pencapaian prestasi dan menghambat pelanggaran dan tidak memiliki prestasi terus juga ada lingkungan sekolah yang bersih, rapi, sejuk, dan asri.
Membangun dan melakukan perubahan kultur sekolah itu tidak bisa melalui ceramah, slogan, atau himbauan saja, perlu juga adanya kesungguhan dan komitmen yang kuat yang dilaksanakan secara konsisten dengan program-program aksi yang yang sungguh sungguh dengan strategi pengkondisian, pembiasaan, dan keteladanan, baik melalui pendekatan struktural maupun kultural. Pendekatan struktural denganmembuat kesepakatan berupa (peraturan, tata tertib, dan sebagainya.) yang mengikatsiswa, guru, dan seluruh warga sekolah lainnya, adanya program-program pembiasaan (habituasi)yang lambat laun akan menjadi budaya/karakter, sedangkan pendekatan kultural melalui interaksi dengan menanamkan nilai-nilai, sikap dan prilaku yang diintegrasikan pada setiap mata pelajaran dan/atau melalui kegiatan ekstra kurikuler,dan yang terpenting dengan cara pembudayaan dengan keteladanan yang ditunjukkan oleh kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah.
Sebenarnya masalah kultur sekolah ini lebih terpenting tergantung dari peran kepala sekolahnya, seberapa jauh dia memahami nya, seberapa jauh dia menyadari bahwa hal itu tidak lepas dari struktur dan pola kepemimpinannya.
Kepala sekolah lah yang akan memberikan perubahan terlebih dahulu dengan berdasarkan pemahaman atau strategi nya.
Kultur sekolah berkaitan erat dengan visi yang dimiliki oleh kepala sekolah tentang masa depan sekolahnya. Kepala sekolah yang memiliki visi untuk menghadapi tantangan sekolah di masa depan akan lebih sukses dalam membangun kultur sekolah. Untuk membangun visi sekolah ini, perlu kolaborasi antara kepala sekolah, guru, staf administrasi dan orang tua siswa.
Kemudian saya akan membuat sedikit laporan berkaitan dengan manajemen sekolah, jadi pada dasarnya Manajemen Sekolah ini merupakan suatu aktivitas yang dilakukan secara efektif dan efisien yang tujuannya itu untuk meningkatkan kinerja sekolah dalam pencapaian tujuan pendidikan baik tujuan nasional dan tujuan kelembagaan yang hasilnya bisa dilihat dari beberapa faktor sebagai indikator kinerja yang berhasil dicapai oleh sekolah.
Manajemen sekolah ini memiliki dua aspek, yaitu aspek manajemen eksternal dan manajemen internal. Manajemen internal sekolah meliputi yakni perpustakaan, laboratorium, bangunan dan saran fisik lainnya, sumber dana, pelaksanaan evaluasi pendidikan, dan hubungan antar guru, murid. sedangkan manajemen eksternal meliputi hubungan dengan pihak luar sekolah seperti masyarakat, dewan pendidikan, dinas pendidikan maupun pihak lain yang terkait dengan fungsi atau kegunaan sekolah.
Adapun tujuan yang paling penting dari manajemen sekolah ini adalah untuk meningkatkan efisiensi manajemen, dan memberikan otoritas yang lebih banyak dan lebih luas kepada sekolah untuk mengelola segala pekerjaannya.
Cukup sekian dan terimakasih, billahi Taufiq walhidayah wassalamu'alaikum wr wb
http://smam4la.sch.id/pentingnya-membangun-kultur-sekolah-dalam-upaya-meningkatkan-mutu-pendidikan/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Manajemen_sekolah