Kamis, 28 April 2022

Karakteristik Peserta Didik

Nama: Firmansyah

NIM: 12001172

Kelas: 4F (PAI)



Laporan bacaan.

Assalamu'alaikum wr.wb

Hamdan wasyukron Lillah amma baad

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang mana pada kesempatan kali saya masih diberi umur serta segala nikmat untuk melanjutkan membuat tugas singkat yang tentunya ada manfaat nya untuk saya dan semuanya yaitu laporan bacaan yang berkaitan dengan Segala hal yang ada di Sekolah.

Baik langsung saja yang pertama saya akan melaporkan pemahaman saya pribadi tentang karakteristik peserta didik.

Jadi sebelum jauh masuk ke materi alangkah baiknya kita mengetahui dulu apa itu pengertian karakter.

Karakter secara sederhana nya adalah tabiat, sifat ataupun akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain.

Karakter ini berkaitan erat dengan individu. Karakter dapat bermanfaat dalam berbagai ranah kehidupan. Semisal dalam bersosial, di mana tak sedikit orang memilih untuk berteman dengan orang lainnya yang memiliki karakter yang cocok dengan mereka.

Balik ke pembahasan awal Sebagai guru, kita hendaknya harus mengetahui karakter peserta didik yang berbeda-beda. Sebab, hal itu berkaitan dengan cara kita merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai. Supaya siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran, mari kita pahami bersama karakter peserta didik yang unik.

Karakteristik peserta didik ini juga jadi salah satu variabel desain pembelajaran yang berkaitan sama latar belakang siswa. Dengan begitu, pembelajaran bisa dirancang sesuai aspek yang ada di diri siswa seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran, dan ciri-ciri jasmani serta emosional mereka.

Nah, adapun manfaatnya setelah memahami karakteristik peserta didik tersebut diantaranya:

- Mendapat gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal siswa sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal.

Mengetahui jenis pengalaman yang telah dimiliki oleh siswa sehingga bisa memberikan materi secara tepat lewat contoh atau ilustrasi. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menerima dan menyerap pengetahuan baru yang diberikan.

- Mengetahui latar belakang sosial dan budaya siswa, contohnya tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, atau dimensi kehidupan lainnya, agar bisa disesuaikan dengan metode yang efisiens.

- Mendapat informasi tentang tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa, baik jasmani maupun rohani, yang berpengaruh terhadap keberhasilan dan cara belajar mereka.

- Mengetahui aspirasi dan kebutuhan siswa sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat.

Mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang sudah diperoleh siswa sebelumnya.

- Mendapat gambaran tentang tingkat penguasaan bahasa siswa, baik secara lisan maupun tertulis, yang bisa jadi pertimbangan dalam menyajikan materi.

Mengetahui sikap dan nilai yang ada dalam diri siswa, sebab hal ini dapat dijadikan pertimbangan untuk merencanakan pengajaran.

- Mengetahui sikap dan nilai yang ada dalam diri siswa, sebab hal ini dapat dijadikan pertimbangan untuk merencanakan pengajaran.

Jadi, banyak sekali hal yang bisa kita dapatkan ketika kita memahami karakteristik peserta didik.

Dan adapun hal hal yang harus diperhatikan khususnya karakteristik ini Dengan mengidentifikasi karakteristik peserta didik, mengapa harus diidentifikasi? Karna dengan hal tersebut guru bisa membedakan, mengoptimalkan, dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa.

Yang terakhir Menganalisis Karakteristik Peserta Didik.

Kalau kita sudah mengetahui karakteristik apa saja yang harus diperhatikan, saatnya melakukan pengkajian yang meliputi:

1. Karakteristik Umum

Karakteristik umum berkaitan dengan budaya, suku, agama, gender, dan latar belakang status sosial yang mempengaruhi sikap dan minat belajar siswa. Dengan memperhatikan karakteristik umum siswa ini, kita bisa merancang dan mengimplementasikan pelajaran bermakna yang menjawab kebutuhan unik setiap siswa.

2. Kemampuan Awal Khusus

Kemampuan awal merujuk pada pengetahuan dan keterampilan yang sudah atau belum dimiliki siswa.

Untuk mengetahuinya, kita bisa melakukannya secara informal lewat pertanyaan di kelas, atau lebih formal dengan memberikan tes. Hasilnya akan menentukan apakah siswa memiliki kompetensi yang diperlukan untuk mendapatkan atau mengetahui materi selanjutnya.

3. Gaya Belajar

Gaya belajar mengacu pada ciri-ciri psikologis yang mempengaruhi bagaimana pandangan dan respon peserta didik pada berbagai stimulus yang diberikan. Ciri psikologis yang dimaksud adalah kekuatan dalam memberi persepsi, kebiasaan memproses informasi, motivasi, dan berbagai aspek psikologis lainnya.


Dari Informasi yang didapatkan mulai menganalisis karakteristik umum, kemampuan awal khusus, dan gaya belajar siswa akan membantu kita dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Nah mungkin cukup sekian laporan bacaan yang saya buat, mudah²an kita bisa mengambil hikmah nya dan saya harap juga ilmu ini ada manfaat nya untuk kita di kehidupan sekarang maupun yang akan datang.

Kurang dan lebih nya saya mohon maaf, akhir kata wassalamu'alaikum wr wb.





https://buguruku.com/pengertian-karakteristik-peserta-didik/

Kamis, 21 April 2022

Manajemen kelas

Nama: Firmansyah

NIM: 12001172

Kelas: 4F (PAI)



Laporan bacaan.

Assalamu'alaikum wr.wb

Hamdan wasyukron Lillah amma baad

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang mana pada kesempatan kali saya masih diberi umur serta segala nikmat untuk melanjutkan membuat tugas singkat yang tentunya ada manfaat nya untuk saya dan semuanya yaitu laporan bacaan yang berkaitan dengan Segala hal yang ada di Sekolah.

Baik langsung saja yang pertama saya akan melaporkan pemahaman saya pribadi tentang MANAJEMEN KELAS.

Jadi Manajemen kelas ini adalah sebagai sesuatu yang berhubungan dengan pengolahan proses pendidikan untuk mencapai latar belakang manajemen sekolah baik  jangka pendek, jangka menengah, maupun  jangka panjang.  Hal ini dianggap sebagai upaya untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat dan mengangkat manusia.  Memiliki keimanan dan ketaqwaan, berakhlak mulia, berilmu,  adapun fungsi dari manajemen sekolah ini yaitu proses mengelola sekolah dengan merencanakan, mengorganisasikan, mengajar dan mengawasinya untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Sebagai kepala sekolah, kepala sekolah memposisikan ditentukan di organisasi sekolah. Salah satu titik fokus utama kepala sekolah dalam school management unggul adalah manajemen pembelajaran.

Manajemen sekolah juga bisa didefinisikan sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan kinerja sekolah, termasuk keterlibatan guru, siswa, pemimpin sekolah, dan masyarakat termasuk, merupakan pendekatan kebijakan yang ditujukan untuk reformasi sekolah. sistem informasi manajemen dapat dilakukan dengan memperbaiki pendidikan sekolah.


Tujuan manajemen sekolah

Yaitu untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian otonomi kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif.

Dari tujuan tersebut tentu ada manfaatnya, diantara nya:

- Meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan sumber daya yang tersedia melalui kemandirian manajemen dan inisiatif sekolah. 


- Meningkatkan kesadaran untuk memberikan pendidikan di antara masyarakat sekolah dan warga dalam pengambilan keputusan bersama. .


- Mengembangkan responsibility sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah terhadap mutu sekolah. 


- dan yang terakhir memperkuat persaingan sehat antar sekolah untuk tercapainya mutu pendidikan


Prinsip prinsip manajemen sekolah

Implementasi MBS antara lain bertujuan untuk meningkatkan, meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, meningkatkan tanggung jawab kepala satuan pendidikan, meningkatkan kompetisi sehat antar satuan pendidikan, serta meningkatkan efisiensi, relevansi, dan pemerataan pendidikan di daerah. Berdasarkan yang saya baca dari rujukan yang ada Terdapat 5 prinsip pelaksanaan MBS antara lain:


1. Kemandirian

Sekolah yang mandiri dapat diartikan sebagai sekolah yang mampu menyelesaikan segala permasalahan tanpa terlalu mengandalkan campur tangan dari pemerintah pusat. Sekolah diharapkan dapat berupaya menciptakan dan meningkatkan situasi, kondisi, dan budaya kemandirian melalui berbagai cara seperti mengembangkan unit-unit usaha sekolah, membangun kerja sama dengan pihak lain dalam bidang komersial, dan upaya-upaya lain untuk meningkatkan pemasukan pendanaan dan peningkatan program sekolah. 


2. Kemitraan 

Prinsip kemitraan adalah suatu bentuk kerja sama antara sekolah dengan para pemangku kepentingan. Esensi kemitraan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan keterlibatan, kepedulian, kepemilikan, dan dari masyarakat baik berupa dukungan moral, pemikiran, tenaga, material, maupun finansial. Bentuk kemitraan yang dapat dilakukan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah sesuai kategori sekolah. Pastikan kemitraan yang terjalin saling menguntungkan dan bersifat sejajar.


3. Pertisipasi

Partisipasi dapat dimaknai sebagai keterlibatan para pemangku kepentingan secara aktif. Konteks partisipasi dalam implementasi MBS antara lain dalam hal pengambilan keputusan, pembuatan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan di sekolah. Tujuan utama peningkatan partisipasi antara lain untuk meningkatkan kontribusi, memberdayakan kemampuan pemangku kepentingan, meningkatkan peran pemangku kepentingan, dan menjamin agar setiap keputusan yang diambil mewakili aspirasi pemangku kepentingan. Upaya peningkatan partisipasi di satuan pendidikan dapat diwujudkan melalui penyediaan sarana partisipasi, advokasi, publikasi sekaligus transparansi terhadap pemangku kepentingan. 


4. Keterbukaan

Sebagai lembaga pendidikan formal yang memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat, maka prinsip keterbukaan sangat penting diimplementasikan. Keterbukaan dapat membangun kepercayaan publik terhadap program-program yang dijalankan oleh sekolah. Upaya yang dapat dilakukan oleh satuan pendidikan untuk membangun keterbukaan kepada publik yaitu dengan mendayagunakan berbagai jalur komunikasi yang tersedia untuk menyampaikan berbagai program yang akan dijalankan serta menyampaikan laporan dari setiap program yang telah berjalan.


5. Akuntabilitas

Akuntabilitas merupakan prinsip yang sangat penting dijalankan oleh sekolah. Akuntabilitas memiliki arti suatu keadaan dimana suatu hal dapat dipertanggungjawabkan. Upaya peningkatan akuntabilitas dapat dilakukan dengan menyusun pedoman pemantauan kinerja satuan pendidikan, menyusun rencana pengembangan sekolah, memberikan tanggapan terhadap pertanyaan dan pengaduan publik. 


https://www.google.com/amp/s/theconversation.com/amp/manajemen-sekolah-adalah-kunci-sukses-siswa-tapi-kualitas-kepala-sekolah-di-indonesia-meragukan-129626




Rabu, 06 April 2022

Laporan bacaan pertemuan kedua

Nama: Firmansyah

NIM: 12001172

Kelas: 4F (PAI)


Laporan bacaan pertemuan kedua 

Assalamu'alaikum wr.wb
Hamdan wasyukron Lillah amma baad
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang mana pada kesempatan kali saya masih diberi umur serta segala nikmat untuk melanjutkan membuat tugas singkat yang tentunya ada manfaat nya untuk saya dan semuanya yaitu laporan bacaan yang berkaitan dengan Segala hal yang ada di Sekolah.
Baik langsung saja yang pertama saya akan melaporkan pemahaman saya pribadi tentang manajemen sekolah.
Jadi secara garis besar nya itu Manajemen sekolah ini memiliki dua aspek, yaitu aspek manajemen eksternal dan manajemen internal. Manajemen internal sekolah meliputi yakni perpustakaan, laboratorium, bangunan dan saran fisik lainnya, sumber dana, pelaksanaan evaluasi pendidikan, dan hubungan antar guru, murid. sedangkan manajemen eksternal meliputi hubungan dengan pihak luar sekolah seperti masyarakat, dewan pendidikan, dinas pendidikan maupun pihak lain yang terkait dengan fungsi atau kegunaan sekolah.
Adapun tujuan yang paling penting dari manajemen sekolah ini adalah untuk meningkatkan efisiensi manajemen, dan memberikan otoritas yang lebih banyak dan lebih luas kepada sekolah untuk mengelola segala pekerjaannya. Manajemen sekolah menurut pemahaman saya pribadi yaitu salah satu kegiatan yang dibuat untuk mengelola seluruh proses administrasi dalam sekolah sebagai sebuah organisasi yang utuh.
ada beberapa bidang-bidang kegiatan dalam pendidikan sekolah, diantaranya:
- Manajemen kurikulum
Manajemen sekolah kurikulum ini  merupakan salah satu aspek utama di sekolah sebagai sebuah organisasi yang utuh. Prinsip dasarnya adalah mengusahakan supaya kegiatan belajar dan mengajar dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan alur kerja yang sudah ditentukan sebelumnya. Manajemen kurikulum ini terdiri dari empat tahapan, yaitu; merencanakan, mengorganisasi dan koordinasi, melaksanakan, dan mengendalikan

- Manajemen Kesiswaan
Manajemen sekolah kesiswaan ini berfungsi untuk mengatur segala sesuatu terkait peserta didik yang menjadi bagian dari organisasi sekolah. Berbicara tentang bagaimana seharusnya para peserta didik diperlakukan, bagaimana guru harus mengamati kondisi masing-masing siswa dan mengakui perbedaan yang terdapat dalam diri masing-masing siswa, bagaimana caranya memberikan suntikan motivasi agar siswa mau belajar, dan bagaimana guru mampu membantu siswa dalam mengembangkan potensi dalam dirinya.

- manajemen personalia
Manajemen sekolah personalia ini berbicara tentang bagaimana meningkatkan kualitas sekolah dengan memanfaatkan SDM terbaik, dan bagaimana menciptakan budaya kerja serta mengajar yang sehat agar semua pihak yang terlibat bisa mendapatkan hasil yang maksimal, juga memberikan yang terbaik untuk kemajuan sekolah.

- Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan ini tentu berkaitan tentang perputaran dana yang masuk dan yang keluar, dan bagaimana caranya pihak sekolah menciptakan peraturan yang mampu memberikan keuntungan materii agar sekolah bisa tetap beroperasi.

- Manajemen Infrastruktur
Manajemen sekolah yang terakhir ini mengatur segala infrastruktur yang ada di sekolah, mendata dan merawat seluruh sarana dan prasarana yang ada di sekolah secara berkala, dan tata cara merawat serta memperbarui data data yang ada.

Dari hal hal yang sudah dipaparkan diatas sangat sederhana sekali apabila pihak sekolah sadar dan tau bagaimana caranya manajemen sekolah yang baik, nah kali ini saya juga akan membahas tentang sedikit cara bagaimana agar manajemen sekolah itu tercipta dengan baik.
Yang pertama tentu harus didiskusikan bersama dengan seluruh pihak ataupun perwakilan dari pihak yang akan terlibat nantinya. Usahakan untuk memenuhi segala aspek-aspek yang ada dalam penjelasan sebelumnya.
Selain itu, usahakan juga untuk membuat manajemen yang fleksibel, di mana artinya bisa diperbarui atau bahkan diganti ketika muncul sebuah keadaan yang mengharuskan pihak sekolah untuk merombak manajemen sekolah ke arah yang lebih baik.

Mungkin cukup sekian tugas Laporan bacaan pertemuan kedua yang saya buat, bila ada kata kata yang kurang berkenan atau ada yang salah saya mohon maaf.
Billahi Taufiq walhidayah wassalamu'alaikum









Laporan bacaan

Nama: Firmansyah NIM: 12001172 Kelas: 4F (PAI) Laporan bacaan. Assalamu'alaikum wr.wb Hamdan wasyukron Lillah amma baad Alhamdulil...