Kamis, 16 Juni 2022

Laporan bacaan

Nama: Firmansyah

NIM: 12001172

Kelas: 4F (PAI)

Laporan bacaan.

Assalamu'alaikum wr.wb

Hamdan wasyukron Lillah amma baad

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang mana pada kesempatan kali saya masih diberi umur serta segala nikmat untuk melanjutkan membuat tugas singkat yang tentunya ada manfaat nya untuk saya dan semuanya yaitu laporan bacaan yang berkaitan dengan Segala hal yang ada di Sekolah.

Baik langsung saja yang pertama saya akan melaporkan pemahaman saya pribadi tentang KURIKULUM PEMBELAJARAN.
Dalam pengertian kurikulum. Secara umum, Pengertian kurikulum adalah seperangkat atau sistem rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pembelajaran yang dipedomani dalam aktivitas belajar mengajar.
Adapun fungsi dari kurikulum ini adalah sebagai alat dalam pendidikan memiliki berbagai macam fungsi dalam pendidikan yang sangat berperan dalam kegunannya. Fungsi Kurikulum adalah sebagai berikut:

Fungsi Penyesuaian: Kurikulum berfungsi sebagai penyesuain adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dilingkungannya karna lingkungan bersifat dinamis artinya dapat berubah-ubah.
Fungsi Integrasi : Kurikulum berfungsi sebagai penyesuain mengandung makna bahwa kurikulum merupakan alat pendidikan yang mampu menghasilkan pribadi-pribadi yang utut yang dapat dibutuhkan dan berintegrasi di masyarakat.
Fungsi Diferensiasi: Kurikulum berfungsi sebagai diferensiansi adalah sebagai alat yang memberikan pelayanan dari berbagai perbedaan disetiap siswa yang harus dihargai dan dilayani.
Fungsi Persiapan: Kurikulum berfungsi sebagai persiapan yang mengandung makna bahwa kurikulum sebagai alat pendidikan mampu mempersiapkan siswa kejenjang selanjutnya dan juga dapat mempersiapkan diri dapat hidup dalam masyarakat, jika tidak melanjukan pendidikan.
Fungsi Pemilihan: Kurikulum berfungsi sebagai pemilihan adalah memberikan kesempatan bagi siswa untuk menentukan pilihan program belajar yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
Fungsi Diagnostik: Kurikulum sebagai diagnostik mengandung makna bahwa kurikulum adalah alat pendidikan yang mampu mengarahkan dan memahami potensi siswa serta kelemahan dalam dirinya. Jika telah memahami potensi dan mengetahui kelemahannya, maka diharapkan siswa dapat mengembangkan potensi dan memperbaiki kelemahannya.


Komponen Kurikulum
Kurikulum mempunyai 4 unsur komponen yang membentuk/penyusun kurikulum. 4 Unsur komponen kurikulum adalah sebagai berikut :

a. Komponen Tujuan
Kurikulum merupakan suatu sistem pembelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan karna berhasil atau tidaknya sistem pembelajaran diukur dari banyaknya tujuan-tujuan yang tercapai. Tujuan pendidikan menurut permendiknas No. 22 Tahun 2007 pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah adalah sebagai berikut:
Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, dan keterampilan hidup mandiri serta mengikuti pendidikan selanjutnya.
Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia dan keterampilan hidup mandiri serta mengikuti pendidikan selanjutnya
Tujuan pendidikan menengah kejurusan adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia dan keterampilan hidup mandiri serta mengikuti pendidikan selanjutnya sesuai kejurusan
Tujuan pendidikan institusional adalah tujuan pendidikan yang dikembangkan di kurikuler dalam setiap mata pelajaran disekolah.

b. Komponen Isi (Bahan pengajaran)
Kurikulum dalam komponen isi adalah suatu yang diberikan kepada anak didik untuk bahan belajar mengajar guna mencapai tujuan. Kurikulum memiliki kriteria yang membantu perencanaan pada kurikulum. Kriteria kurikulum adalah sebagai berikut:
Sesuai, tepat dan bermakna bagi perkembangan siswa
Mencerminkan kenyataan sosial
Mengandung pengetahuan ilmiah yang tahan uji
Menunjang tercapainya tujuan pendidikan

c. Komponen Strategi
Kurikulum sebagai komponen strategi yang merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan dalam proses belajar mengajar. Strategi dalam pembelajaran tergambar dari cara yang ditempuh dalam pembelajaran, mengadakan penilaian, pelaksanaan bimbingan dan mengatur kegiatan baik umum maupun yang sifatnya khusus. Strategi Pelaksanaan adalah pengajaran, penilaian, bimbingan, dan penyeluhan kegiatan sekolah. Tercapainya tujuan, ini diperlukan pelaksanaan yang baik dalam menghantarkan peserta didik ke tujuan tersebut yang merupakan tolak ukur dari program pembelajaran (kurikulum).

d. Komponen Evaluasi
Komponen evaluasi dalam kurikulum adalah memeriksa tingkat ketercapaian tujuan suatu kurikulum dalam proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki peranan penting dalam memberikan keputusan dari hasil evaluasi guna dalam pengembangan model kurikulum sehingga mampu mengetahui tingkat keberhasilan suatu siswa dalam mencapai tujuannya.

Terimakasih jika sudah membaca karangan singkat ini, saya selaku penulis mohon maaf jika masih banyak ada kekurangan atau kesalahan, dan mudah mudahan kita semua bisa mengambil hikmah serta pelajaran nya dari karangan yg sederhana ini, akhir kata billahi Taufiq walhidayah wassalamu'alaikum wr.wb





Kamis, 09 Juni 2022

Media pembelajaran

Nama: FirmansyahN

NIM: 12001172

Kelas: 4F (PAI)

Laporan bacaan.

Assalamu'alaikum wr.wb

Hamdan wasyukron Lillah amma baad

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang mana pada kesempatan kali saya masih diberi umur serta segala nikmat untuk melanjutkan membuat tugas singkat yang tentunya ada manfaat nya untuk saya dan semuanya yaitu laporan bacaan yang berkaitan dengan Segala hal yang ada di Sekolah.

Baik langsung saja yang pertama saya akan melaporkan pemahaman saya pribadi tentang MEDIA PEMBELAJARAN.
Dalam dunia pendidikan, contoh media pembelajaran kreatif dan menarik menjadi salah satu hal paling penting dalam kegiatan belajar mengajar.
Meskipun kegiatan belajar mengajar sudah 40% memulai tatap muka, sebagian besar sekolah masih melakukan kegiatan belajar mengajar melalui daring atau online.
Akan tetapi, faktanya terkadang para pengajar lupa bahwa contoh media pembelajaran kreatif dan menarik bisa memudahkan proses belajar menjadi efisien.
Lalu apa si yang dimaksud dengan media pembelajaran kreatif? Bagaimana contoh media pembelajaran yang kreatif dan menarik itu?
Media merupakan suatu alat atau sarana yang memiliki fungsi untuk menyampaikan informasi. Sedangkan media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepada penerima sehingga bisa merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat pembelajaran.
Sedangkan kreatif artinya menciptakan sesuatu yang berbeda dari yang lain atau menghubungkan hal-hal yang tadinya tidak berhubungan. Kreatif artinya adalah sebuah gagasan terhadap konsep dan rencana untuk kemajuan dalam memecahkan masalah-masalah sosial yang sedang berkembang.
Sementara dalam proses belajar, media pembelajaran kreatif merupakan hal penting agar murid atau pelajar bisa lebih mudah memahami materi yang dijelaskan. Ada banyak contoh media pembelajaran kreatif dan menarik yang bisa dicoba dan digunakan.
Umumnya, pada proses belajar mengajar melibatkan psikologi belajar yang merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari hingga menganalisis perilaku manusia dalam proses belajar dan pembelajaran.
Lalu, bagaimana contoh media pembelajaran kreatif dan menarik?
1. Media Manipulatif
Contoh media pembelajaran kreatif dan menarik yang pertama adalah dengan menggunakan media manipulatif. Media ini bisa digunakan untuk berbagai macam bentuk pembelajaran yang bisa disesuaikan dengan keinginan.

Misalnya seperti menggunakan barang untuk belajar menghitung atau mengenal huruf hingga pembelajaran sains. Contoh media pembelajaran kreatif dan menarik ini bisa membuat murid atau pelajar terlibat dengan proses belajar.

2. Media Video
Contoh media pembelajaran kreatif dan menarik berikutnya adalah dengan menggunakan media video. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa dengan melihat secara visual dan mendengarkan sesuatu, murid atau pelajar akan lebih mudah memahami bahan yang diajarkan.

Contoh media pembelajaran kreatif dan menarik seperti video bisa dijadikan salah satu cara agar proses pembelajaran tidak membosankan. Kamu bisa mencari atau membuat bahan videonya sendiri.

3. Media Gambar
Bisa dikatakan bahwa media gambar merupakan contoh media pembelajaran kreatif dan menarik yang murah dan mudah. Sebagai pengajar, agar proses belajar tidak membosankan, kamu bisa mencari gambar-gambar yang sesuai dengan pelajaran yang diajarkan.

Misalnya, ingin mengajarkan seni lukis. Maka kamu bisa menggunakan gambar pelukis dan hasil karyanya. Contoh media pembelajaran kreatif dan menarik ini bertujuan untuk memvisualisasikan konsep yang ingin disampaikan kepada murid atau pelajar.

4. Media Grafik
Media grafik bisa digunakan sebagai contoh media pembelajaran kreatif dan menarik untuk pelajaran hitung-hitungan. Pembelajaran kreatif dengan menggunakan media grafik bertujuan sebagai penggambaran data kuantitatif untuk menerangkan pelajaran.

Sebagai pengajar, kamu bisa membuat media grafik sekreatif mungkin. Namun jangan lupa untuk mencantumkan keterangan yang lengkap pada contoh media pembelajaran kreatif dan menarik ini agar para murid atau pelajar dapat memahaminya dengan mudah.

5. Media Papan Tulis
Meskipun media papan tulis selalu terlibat dalam setiap proses pembelajaran, kamu bisa bereksplorasi, lho. Contoh media pembelajaran kreatif dan menarik dari media papan tulis adalah mengubahnya menjadi papan flanel.

Sesuai namanya, papan tulis terbuat dari kain flanel yang dapat dilipat dan tentunya akan lebih praktis. Sebagai pengajar, kamu juga bisa mengajak murid atau pelajar untuk memasang dan melepas gambar-gambar yang ditempel dengan mudah.

6. Media Relia
Media relia merupakan contoh media pembelajaran kreatif dan menarik yang diambil dari benda nyata. Media ini tidak selalu harus dihadirkan di dalam kelas, tetapi kamu bisa mengajak langsung murid atau pelajar untuk mengamatinya.

Misalnya seperti belajar mengenai fotosintesis atau praktikum laboratorium. Dengan menggunakan contoh media pembelajaran kreatif dan menarik ini, kegiatan belajar mengajar jadi lebih menyenangkan.

Terimakasih jika sudah membaca karangan singkat ini, saya selaku penulis mohon maaf jika masih banyak ada kekurangan atau kesalahan, dan mudah mudahan kita semua bisa mengambil hikmah serta pelajaran nya dari karangan yg sederhana ini, akhir kata billahi Taufiq walhidayah wassalamu'alaikum wr.wb





Kamis, 02 Juni 2022

Sistem evaluasi

 Nama: Firmansyah

NIM: 12001172

Kelas: 4F (PAI)


Laporan bacaan.


Assalamu'alaikum wr.wb


Hamdan wasyukron Lillah amma baad


Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, yang mana pada kesempatan kali saya masih diberi umur serta segala nikmat untuk melanjutkan membuat tugas singkat yang tentunya ada manfaat nya untuk saya dan semuanya yaitu laporan bacaan yang berkaitan dengan Segala hal yang ada di Sekolah.


Baik langsung saja yang pertama saya akan melaporkan pemahaman saya pribadi tentang SISTEM EVALUASI.

Sebelum masuk ke definisi atau pengertian serta ke point intinya adakalanya kita terlebih dahulu mengetahui apa itu pengertian dari sistem evaluasi.

Jadi sistem evaluasi ini merupakan proses untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan dalam menentukan sejauh mana dan bagaimana pembelajaran yang telah berjalan agar dapat membuat penilaian (judgement) dan perbaikan yang dibutuhkan untuk memaksimalkan hasilnya.

Lalu apa dan bagaimana sebetulnya kedudukan evaluasi dalam pembelajaran? Untuk mengetahuinya, kita dapat melihat pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 57 ayat 1 yang menyatakan bahwa “evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak berkepentingan, di antaranya terhadap peserta didik, lembaga dan program pendidikan”.

Sehingga kedudukan evaluasi pendidikan mencakup semua komponen, proses pelaksanaan dan produk pendidikan secara total, dan di dalamnya setidaknya terakomodir tiga konsep, yakni: memberikan pertimbangan, nilai (value), dan arti (worth).

Tujuan dari penilaian hasil belajar tentunya sama bersinggungan dengan tujuan evaluasi belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan. Evaluasi merupakan faktor penting yang menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karena itu, sangat penting untuk benar-benar mengetahui tujuan evaluasi, agar hal yang ingin dicapai dalam proses evaluasi dapat terjadi. Adapun Tujuan evaluasi hasil belajar yaitu:

Mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah diberikan.

Mengetahui kecakapan, motivasi, bakat, minat dan sikap peserta didik terhadap program pembelajaran.

Mengetahui tingkat kemajuan dan kesesuaian hasil belajar peserta didik dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

Mendiagnosis keunggulan dan kelemahan peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

Seleksi, yaitu memilih dan menentukan peserta didik yang sesuai dengan jenis pendidikan tertentu.

Menentukan kenaikan kelas.

Menempatkan peserta didik sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Selain itu, ada juga tujuan evaluasi dalam pembelajaran, diantaranya:

1. Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya.

2. Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.

3. Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan pengajaran serta strategi pelaksanaannya.

4. Memberikan pertanggungjawaban dari pihak sekolah kepada pihak-pihak yang berkepentingan.


Selain berbagai tujuan di atas, pentingnya evaluasi dalam pembelajaran dapat dilihat dari fungsi atau kegunaan yang dimilikinya.

Adapun fungsinya sebagai berikut:

Fungsi formatif,

yakni untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan mengadakan program remedial jika diperlukan bagi peserta didik.

Fungsi sumatif,

yaitu menentukan nilai kemajuan atau hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada berbagai pihak, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan lulus tidaknya peserta didik.

Fungsi diagnostik,

yakni untuk memahami latar belakang meliputi latar psikologis, fisik, dan lingkungan peserta didik yang mengalami kesulitan belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan kesulitan-kesulitan tersebut.

Fungsi penempatan,

yaitu menempatkan peserta didik dalam situasi pembelajaran yang tepat (misalnya dalam menentukan program spesialisasi) sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik




Terimakasih jika sudah membaca karangan singkat ini, saya selaku penulis mohon maaf jika masih banyak ada kekurangan atau kesalahan, dan mudah mudahan kita semua bisa mengambil hikmah serta pelajaran nya dari karangan yg sederhana ini, akhir kata billahi Taufiq walhidayah wassalamu'alaikum wr.wb









Laporan bacaan

Nama: Firmansyah NIM: 12001172 Kelas: 4F (PAI) Laporan bacaan. Assalamu'alaikum wr.wb Hamdan wasyukron Lillah amma baad Alhamdulil...